Thursday, February 13, 2014

Peninqkatan Curah Hujan 2014 Dampak Peredaran Udara Global

KOMPAS, JUMAT; 7 FEBRUARI 2014 OPINI Peninqkatan Curah Hujan 2014 Dampak Peredaran Udara Global B B anyak yang tidak.rnenyangka, terjadi curah hujan cukup lebat sepanjang awal 2014 di beberapa kawasan Indonesia. Sebenarnya kondisi ini sudah mulai sejak akhir 2013.Dampaknya adalah bencana banjir yang terus kita'ikuti hari- hari ini di media massa. Pada awal2014, curah hujan di atas 200 milimeter per hari terjadi di kawasan Bandara Soe- karno-Hatta yangkemudian ber- Ianjut dengan curahan di atas 100-200 milimeter per hari hingga pertengahan Januari 2014 di kawasan Jabodetabek. Akibatnya terjadi genangan yang tidak kunjung surut, merendam beberapakawasan Jabodetabek, hingga lebih dari satu minggu. Demikian pula halnya di Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, dan sepanjang pantai utara Jawa Di wilayah-wilayah tersebut, cu- rah hujan cukup tinggi antara 50 dan 200 milimeter per hari. Dipantai utara Pulau Jawa, banjir menjadi parah karena berpadu dengan naiknya pasang air laut . Banjir di Kota Manado sebenarnya mengejutkan karena merupakan anomali atau penyimpangan, baik dari sisi iklim maupun cuaca Pada awal tahun umumnya kawasan Sulawesi Utara dan khususnya Manadobukan merupakan daerah yang mengalami puncak curah hujan. lni berbeda dengan kawasan Jawa, Sulawesi Selatan, dan Sumatera 'bagian selatan yang mengalami puncak hujan setiap awal tahun. I Kondisi klimatologis Secara klimatologis, puncak hujan kawasan Jabodetabek berkisar mulai dasarian II bulan Januari sampai dengan dasarian r Februari. Namun, tampaknya ada suatukondisitertentu yangmendorong puncak hujan berlangsung lebih cepat. Apabila dilihat dari peristiwa . klimatologis tahun 2013,ternyata sebenarnya kondisi ini juga berlangsung pada awal2013dimana Oleh PAULUSAGUS puncak curah hujan agak maju dari kebiasaan. Sebagai catatan, curah hujan tinggi yang kemudian berlanjut banjir pada awal 1996terjadi pada dasarian Ibulan Februari, tahun 2002 terjadi pada dasarian I dan dasarian II bulan Februari, tahun 2008 pada dasarian III Januari, dan tahun 2013 pada da sarian II Januari. Pada 2014curah hujan tinggicenderung agak maju antara da sarian Idan II atau dasarian III bulan Januari. Apayangterjadi? Adakahkaitan perubahan cuaca dan iklim ini dengan pemanasan global? Pada kenyataannya, saat ini terjadi musim dingin ekstrem di belahan Bumi utara Bahkan, dibeberapa kawasanAsia seperti Vietnam, di dataran tingginya turun salju. Bisa jadi hal ini memang terkait dengan peristiwa pemanasanglobal. Bintik Matahari . Namun, disisilainadahasil penelitian yang menarik dari Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA). Disebutkan bahwa belakanganini terjadi penurunan aktivitas Matahari seiring dengan minimnyajumlah bintikatauledakandi permukaan Matahari. Mengacu pada kegiatan bintik Matahari 1985hinggaawal2014, memang adapolasiklusMatahari yang cenderung turun. Penurunan ini menghambat gejala alam naiknya suhu muka laut kawasan Samudra Pasifik Timur yang dikenal dengan gejalaalam EINino yang giat pada 1982/1983,. 1987/1988,dan 1991-1994.EINino terkuat. berlangsung pada 1997/1998,2002/2003, dan terakhir 2007/2008. Hingga 2014 sudah lebih dari tahun periode naiknya suhu kawasan ekuator Samudra Pasifik yang dikenal gejalaalam EINinotidak pernah terjadi. Sebaliknya, yang terjadi penurunan 'suhu muka laut yangsampai kini terus berlangsung. Pada 2013dan kini2014belum tampak indikasiakan WINARSO t··,' HANDINING naiknya suhu muka laut ini. SebaliknyagejalaalamLaNina kian muncul dengan meningkatnyapengumpulan massaudaradi kawasan .Indonesia yang membentuk kawasan hangat. Bahkan, di kawasan Samudra Pasifik sekitar Sulawesi Utara muncul badai tropis yang langka dan men-. jadi pemicu cuaca buruk di kawasan Manado dengan curah hujail 200 milimeter per jam selama 24jam. Mulai Sumatera Selatan hingga Maluku .Tenggara juga berlangsung cuaca buruk dengan angin kencang,gelombangtinggi, dan hujan cukup lebat yang berlangsungsilihberganti. Selainpengaruh gejalaalamLaNina, juga ada mekanisme lataan udara dingin (adveksi dingin) yang kuat seiring musim dingin di daratan Asia yang giat dan membentuk awan-awan menjulang tinggi. Proses ini seharusnya melalui proses pemanasan, tetapi tidak terjadi kar~na kondisi suhu kurang hangat akibat pendinginan atmosfer atas. Sejak 2013 Kondisi ini sebenarnya su dah mulai pada awal 2013 saat kawasan Jabodetabek turun hujan cukup tinggi yang maju dari kebiasaan sebelurnnya .Sekarang yang terjadi adalah resul tantedari dua sistern gang guan cuaca peredaran glo bal yang disebut gejala alam La Nina, didukung kondisi regional dengan menyeruaknya udara di ngindaratan Asiayang disebut peristiwa Cold Surge. Analisis ini di perkuat oleh Profesor CP Chang, seorang ahli MonsunAsia Selain itu, kondisi global juga dipengaruhi oleh aktivitas kolam ha ngatdiatasperairan Sa mudra Pasifik dengan munculnya badai tropis yang menyimpang pada pertengahan awal Januari 2014. Secara umum, badai tropis jarang sekali giat pada saat belahan Bumi utara mengalami musim dingin, tetapi pada awal tahun ini hangat suhu laut kawasan kolam hangar '(wann pool) di Samudra Pasifik telah berpadu dengan peristiwa lataan udara dingin dari daratan Asia Apa artinya? Sistem peredaran udara ternyata berubah seiring perkembangan kegiatan Matahari. Gangguan ini tidak mungkin dilawan dengan berbagai teknologi bu-' atan manusia yang umumnya berskala puluhan kilometer. Kondisi curah hujan ini mulai menurun akhir dasarian III bulanJanuari 2014hinggadasarian 1 bulan Februari 2014. Meski demikian, banjir masih mungkin terjadi karena ada pasang naik menuju posisi tertinggi. Normalnya periode puncak hujan akan berakhir pada dasarian 1 bulan Februari 2014. Akan lebih arif apabila kita bersiap diri. '. PAULUS AGUS vnNARSO Staf Pengajar Akademi Meteorologi dan Geofisika

No comments:

Post a Comment